Hujan di senja ini membangkitkan kenangan lama tentang dirimu...
Saat menggigilnya tubuh tak jua mampu mengusik kehangatan jiwa kita,
Kala tiap tetes Air hujan yang berjatuhan menjadi irama penuntun
kedua kaki untuk terus menari dan menari....
Tawamu berderai mengguyur kesadaranku..
Di hamparan padang rumput itu,
Di sela gemuruhnya petir dan derai tawamu,
Seolah engkau mengatakan kepadaku bahwa Senja ini hanyalah milik kita berdua..
...."Sore ini adalah milik kita, dan hujan ini pun juga milik kita...
ayolah, genggam tanganku dan leburkan dirimu diharibaan anugerah yang KUASA
tentang ke-hakiki-an hujan yang kau anggap menakutkan, Jagoan...!!"
(begitulah kau memanggilku..)
Heemm...aku hanya bisa mengulas senyum mendengar ucapanmu kala itu..
Meresapi kebahagiaan yang terpancar di wajahmu yang kian bergores tawa,
Yang tak kian henti menari mengikuti nyanyian hujan di sore itu.
...." Hujan dan sore ini memang benar-benar milik kita, CINTA
tapi lebih benar-benar hanya milikmu seorang (bisik ku dalam gumam-an)..!!
Dan kini..setelah ku lalui ribuan hujan yang tak seperti milikmu,
Setelah laju tahun hampir menggilas semua kenangan hangat bersamamu,
Tiba-tiba aku menjadi ingin berada kembali di tengah hamparan padang itu.
Mengukir hangat semua yang telah membeku selepas pergimu,
Dan mengunjungi lagi semua memori tentangmu yang dulu membahagiakan-ku.
Aku merindukanmu, CINTA...
Serindu aku merindukan hujan di senja itu, yang telah terbingkai rapi dalam
bertahun pengembaraanku yang terasing karena tiada lagi dirimu di sampingku...
Aku benar-benar merindukanmu...
Tahukah Engkau akan hal itu..?!
Dedicated : Kekasih lamaku
by : Doni Asmon
Ruang karya : Wondernet ( Bandung )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar