Selasa, 23 November 2010

** RANJANG KESUNYIAN **





Pada kalimat mana bisa kumenitip selembar pesan untukmu
tentang bahasa hati yang terasa makin menjauh dari jangkauan bahasa bibir dan akalku ?!
Selalu berakhir dalam peraduan bisu,
Berlanjut tenggelam oleh Air mata yang kian menggenang di Ranjang pembaringan yang berubah sepi
tanpa keberadaanmu kini.
Mengapa segalanya menjadi berubah ?
Mengapa hasrat yang masih terpendam tidak bisa menjadi alasan untuk engkau tidak tetap ingin pergi dariku ?
Mengapa egkau lakukan semua ini terhadapku, Cinta ?
Mengapa taburan rindu yang tertanam tidak bisa menjadi benih keyakinan untuk sebuah ikrar di hadapan Altar Suci yang akan menyatukan kita nanti ?
Kenapa, Cinta ?!
Kenapa semudah itu engkau pergi menghilang tanpa sanggup untuk ku tahan ?
Tidakkah kau sadari separuh jiwaku terbawa pergi oleh ke-EGO-anmu ?!
Aku terluka, Mom...
Aku terluka dan merana di tengah sebuah Dunia yang tiba-tiba 
berubah kosong tanpa penghuni.
Aku terkapar oleh satu harapan yang mematri jiwaku di dasar apa yang di namakan itu sebuah KESUNYIAN.
Hidupku terasa lunglai.....
Hidupku hanya selangkah ayunan kaki tanpa ku tau kemana aku harus pergi..
Bersembunyi di balik kelambu kegembiraan palsu, 
hingga harus ku telan mentah-mentah semua kepalsuan itu menjadi syair ' Air mata '
kala aku telah berada di Ranjang pembaringan ke-Sendirian-ku..
Berdosakah mencinta itu ?
Berdosakah memperjuangkan hasrat mencinta hingga bisa menjadi sebuah kepemilikkan ?
Aku ingin menjadikan engkau sesuatu kehalallanku, Mom !!
Aku ingin me-niscaya-kan-mu sebagai miliku yang seutuhnya.
Lantas mengapa harus di perdebatkan ?!
Mengapa harus pula mengikut serta sebuah alasan yang hanya berujung pada tebing omosi ?
Ini sungguh sulit untuk kumengerti.
Alasan-mu sungguh tidak masuk akal bagiku.
Berulang-ulang engkau menabur buah mimpi di hatiku,
Mengapa berkali jua Alasanmu selalu membuat berkeping semua mimpi itu menjadi butir kecewa..
 "........ Aku tidak ingin menyakitimu........" 
"........Aku tidak ingin memberimu harapan palsu........"
Selalu kalimat itu menjadi awal termulainya satu perdebatan.. 
Mengapa alasan alasan itu kembali menyusul di antara alasan- alasan-mu yang lain ?
Apanya yang tidak menyakiti aku ?
Yang bagaiman yang tidak memberiku harapan palsu, jika setelah pergi, kembali engkau akan datang menyulam kepingan mimpi itu menjadi senyum harapan di ambang bibirku.
Aku bener-benar tidak mengerti kua posisikan aku sebagai apa
Tak jua kau melepaskan  aku,,
Tak jua pula kau ingin menggapai seluruh kehidupanku.
Apa maksudmu ?
Mengapa engkau bisa melakukan itu ?!
Aku kecewa,,,Aku sungguh kecewa !!
Tidakkah kau sadari itu ?!
Tidakkah kau sadari aku sungguh kecewa karena engkau telah berbuat hal yang mengecawakanku ?!
Apakah engkau memang menghendaki aku untuk pergi ?
Apa yang harus aku lakukan, Mom ?
Jalan mana yang harus ku tempuh di tengah parsiapangan ini ?!
Sekuat hati aku coba membujuk DIRI untuk mempercayai bahwa engkau adalah malaikatku..
Jangan memaksa aku untuk lebih menuruti rasa kecewa ini ketimbang memperjuangkan hasrat mencinta untuk menjadikan-mu satu kepmilik-kan, Cinta.
Jangan memaksa aku.
Sungguh ranjang pembaringan ITU benar-benar telah berubah sunyi tanpa kehadiranmu kini !!
...............??????...............
********* 



Semetinya engkau tau bahwa aku mencintaimu..
Aku mohon kembali,,jangan pernah berfikir untuk kembali pergi !!

KAMU!


(Playboy)

        
Kamar Karya : Wondernet -- Bandung -- Nofember -- 2010

Senin, 18 Oktober 2010

** HUJAN DI SENJA ITU **

Hujan di senja ini membangkitkan kenangan lama tentang dirimu...
Saat menggigilnya tubuh tak jua mampu mengusik kehangatan jiwa kita,
Kala tiap tetes Air hujan yang berjatuhan menjadi irama penuntun
kedua kaki untuk terus menari dan menari....


Tawamu berderai mengguyur kesadaranku..
Di hamparan padang rumput itu,
Di sela gemuruhnya petir dan derai tawamu,
Seolah engkau mengatakan kepadaku bahwa Senja ini hanyalah milik kita berdua..
           ...."Sore ini adalah milik kita, dan hujan ini pun juga milik kita...
          ayolah, genggam tanganku dan leburkan dirimu diharibaan anugerah yang KUASA
          tentang ke-hakiki-an hujan yang kau anggap menakutkan, Jagoan...!!"
          (begitulah kau memanggilku..)



Heemm...aku hanya bisa mengulas senyum mendengar ucapanmu kala itu..
Meresapi kebahagiaan yang terpancar di wajahmu yang kian bergores tawa,
Yang tak kian henti menari mengikuti nyanyian hujan di sore itu.
        ...." Hujan dan sore ini memang benar-benar milik kita, CINTA
         tapi lebih benar-benar hanya milikmu seorang (bisik ku dalam  gumam-an)..!!


Dan kini..setelah ku lalui ribuan hujan yang tak seperti milikmu,
Setelah laju tahun hampir menggilas semua kenangan hangat bersamamu,
Tiba-tiba aku menjadi ingin berada kembali di tengah hamparan padang itu.
Mengukir hangat semua yang telah membeku selepas pergimu,
Dan mengunjungi lagi semua memori tentangmu yang dulu membahagiakan-ku.


Aku merindukanmu, CINTA...
Serindu aku merindukan hujan di  senja itu, yang telah terbingkai rapi dalam
bertahun pengembaraanku yang terasing karena tiada lagi dirimu di sampingku...


Aku benar-benar merindukanmu...
Tahukah Engkau akan hal itu..?!










   Dedicated : Kekasih lamaku
               by : Doni Asmon


Ruang karya : Wondernet ( Bandung )

   

Minggu, 17 Oktober 2010

** POSESSIF **




Nyatanya jua tak kau pahami siapa sesungguhnya Diriku.
Bertahun perelaan waktu untuk meng-ikhlas-kan hati dalam pengabdian
Ternyata hanya kau tanggapi sebatas dangkalnya ucapanmu.

Berkali tak terhitung sikap mengekang dengan 
mengatas namakan cinta kau tanamkan di setiap gerak-ku
menghujam tajam bagai runtuhan batu, mengurung, menindas dan
menimbun kebebasanku dalam rintih ketidak berdayaan

Aku menangis,,,namun tak sedikitpun kau peduli
Kelembutanmu yang dulu ku puja tiba-tiba punah terhanyut amarah.

Dimana arti CINTA-mu ?
Kemana indah makna mencinta yang setia ku dengar di setiap bait cerita tentang CINTA ?
Kemanakah DIRI-mu saat taburan kata CINTA berderas jatuh dari bibirmu ?
Apakah hilang menguap tergusur ke-Ego-an ?
Ataukah aku memang harus menyebutmu sebagai makhluk paling EGO ?
Tidak pernah terfikirkah sikapmu hanya melukaiku ?

      " ..Karena aku mencintaimu.. "
      " ..Karena aku menyayangimu.. "
      " ..Karena aku cemburu dan takut kehilanganmu.. "
Melulu dan selalu alasan itu mengiring setia di balik kekejamanmu !

Kejam...
Aku menyebutmu sebagai makhluk paling kejam
Cintamu cipta penjara sempit untuk ku bercengkrama dengan sahabat.
Sayangmu merampas duniaku sebagai wujud  'AKU'  yang sesungguhnya.
Dan tahukah engkau, cemburu dan rasa takut kehilangan-mu
perlahan pasti buat semua yang menyayangi aku satu persatu menjauh pergi !

Aku tersakiti oleh sikapmu, Cinta.
JIka memang masih pantas kau ku panggil itu !






Dedicated : Edell


(Playboy)                      



Ruang karya -- Wondernet -- Bandung

Sabtu, 16 Oktober 2010

** AKU MULAI MERUINDUKANMU **



Lantas,, bagaimana jika kini segalanya
mulai tumbuh dan berkembang di hatiku ?

Jatuh mengakar tak dapat ku ingkar
bersama kidung Rindu yang perlahan sayup mulai kudengar.

Aku mulai merindukanmu.
Di setiap gulir waktu seakan aku hanya bisa merindukanmu.




Untuk-MU 


(Playboy)

  

Wondernet-bandung

** SAMPAI KAPAN **





Tapi,, rasa apa yang tidak dapat aku kenali ?
sedangkan setiap kisah-mu yang ku ingat,
hanyalah rasa bahagia yang tertinggal di hatiku.

Meninggal senyum yang begitu manis di tepi lamunan,
tentang kesendirian-ku yang kini hampir tak ku kenali lagi 
bahwa kesendirian itu telah menjelma kesunyian.

Sunyi dalam sepi !!

Apakah aku harus tetap berusaha
mengingkari semua itu ?
Tentangmu yang mulai mengisi tiap kesunyian itu 
menjadi Galeri seni keindahan dan kebahagiaan !







Tentangmu : Gadis Senjaku

(Playboy)


Wondernet-Bandung


Senin, 11 Oktober 2010

* GADIS SENJA-KU *







Gambar wajahmu kembali hadir di mataku malam ini.
membagi kisah lama dengan rentetan tawa yang mulai memudar,
bersama linang Air Mata yang perlahan menitik dan terjatuh dalam hati yang mulai hampa dan sunyi.

Jiwaku melayang, lunglai tertatih mencari tau dimana keberadaanmu.
Bukan inginku, akupun benci harus mengatakan ini,
Tapi kini aku memang merasa seperti telah kehilanganmu.
Engkau seperti telah pergi dariku dan meninggal sekeping rindu di dalam hati dan hari-hariku.

Why,, kenapa Bunda ?!

Kenapa segalanya kini nampak seperti abu-abu ?
Kenapa jua tiba-tiba engkau menjelma sosok yang misterius bagiku ?
Kemana perginya mimpi-mimpi itu, Bunda ?
kemana sirnanya hasrat untuk hidup bersama yang dulu setia mengiring di selah dengus nafas saat kita tengah Bercinta ?

KEMANA PERGINYA SEMUA ITU ?!

Hilang tertimbun keraguankah ?
Hancur di hantam kebencian mereka terhadapku diriku-kah ?
Atau raib terkubur oleh rasa takut-mu untuk arungi Lautan yang penuh tantangan itu ?


Kenapa kau buat aku hanya menunggu tanpa kau beri kesempatan aku untuk memelukmu ?

WHY..?!

Aku menderita..!
Aku merana..!
Aku habis..!
Aku bisu dan aku membatu..!

Aku tak tau lagi kerinduan seperti apakah yang masih 
sanggup untuk kuceritakan padamu semenjak kau hilang dariku,
Sedangkan kini tak kutau lagi apakah 'Aku' 
masih hidup ataukah sudah
mati...!!


AKU TELAH MATI TERTIMBUN KERINDUAN UNTUK SEGERA BISA BERJUMPA DENGANMU..!






KAU : Gadis Senjaku

(Playboy)

Wondernet-Bandung

Minggu, 10 Oktober 2010

** KIDUNG LARA-KU **

 


Malamku masih saja penuh dengan kerinduan tentang dirimu.

Melantunkan syair menyayat yang mengiris kalbu dalam penantian,

kapan tiba saat engkau akan kembali datang untuku 

dengan seuntai senyum yang dulu 

sempat menabur benih cinta dalam sanubari.

 

kemanakah engkau perginya kini ?

Aku merindukanmu, hingga saat ini !

 

 

 Tentangmu : Pengantin-ku

(Playboy)



Kamar karya -- Wondernet -- Bandung


Rabu, 06 Oktober 2010

**AMARAH**

Hanya diam yang bisa aku lakukan saat amarahmu 
menuntun jemarimu untuk menggapai sebilah  pisau...
Engkau mendekat, dan semakin dalam kau rancapkan pisau itu tepat di jantungku..
Kesalahan  apa yang telah aku lakukan hingga
bisa menjadi alasanmu untuk terus menghujamkan pisau itu di dadaku, 'Jingga?'
tidakah kau menyadari bahwa aku telah berdarah...??
Aku lunglai dan jatuh memohon ampun di telapak kakimu...
Meminta maap-an agar engkau segera menghentikan pnyiksaan ini,
meski setarikan napas lagi aku akan pergi....

Rabu, 29 September 2010

## - KERINDUAN TAK BER-UJUNG - ##


Ini kerinduan tak berujung untukmu, Ayah !
Seperti Pelacur tanpa kelamin, aku tanpa-mu,
Seperti raga yang tak ber-Jiwa atas kehilanganmu.

Dalam perenungan tak kuasa menuai tawa,
Perlahan menitik hangat benih Air Mata dari rintihan Sukm.
Mengalir,,
Sunyi lamban menuju tepian ambang tunggu.

Dimanakah engkau Kesatria perkasa ?
Yang selalu menyerta di tiap Bait dongeng Bunda.
Yang telah lekat menjelma pahlawan dalam setiap cerita.

Mengapa Engkau pergi ?
Mematri kesunyian Dunia-ku di tengah gelak tawa teman sebaya.
Tak pernahkah kau memikirkanku ?
Tak inginkah engkau datang padaku ?
Sekedar membiarkanku menggores kening-mu dengan pesan untuk dunia;

 "Kaulah kesatriaku..!"

Aku merindukanmu Ayah...!!!
Melebihi kerinduan Ibu, pada ' bintang ' di sisi Rembulan purnama itu.
Aku ingin seperti mereka yang memiliki cerita tentang Kesatria perkasa.
Memanjakan segala pengabulan manja di telapak tangan Papa,
Meng-indah-kan semua kenakalan menjadi bunga tawa di tengah meja keluarga.

Inilah imajinasi kerinduan tiada tepi, Ayah !
Mengirim Rupa-rupa wajah dalam kemiripan wajahmu yang tak jua menjadi pasti,
kejam merampas jelang  tidurku tanpa dengan indahnya sebuah cerita.

Di mana kamu, Ayah ?
Aku ingin menemukanmu !


Tentangmu, Anakku (Romeo Rambu Sabani)

(Playboy)

Wondernet-Bandung

Selasa, 21 September 2010

*** CUKUPKAH...***




     Sampai kapan menguntai Rindu hanya cukup mengucap;
     ..." Aku menyayangimu",...
     ..."Aku merindukanmu".....
     ..."Aku mencintaimu",....
 Sedangkan semua gejolak yang mendera
batin melebihi apapun yang pernah kujumpai di dunia ini.
     Tak cukup rasanya semua itu meski aku telah dan harus
mengucap berjuta kali sekalipun.
    Tak cukup jua campakan Cemas meski sudah mencoba
mematri janji di lubuk sanubari.
     Apakah setaman bunga sudah cukup mewakilkan rasa Sayang itu..??
Apakah Airmata sudah cukup mengambarkan kerinduanku itu..??
Apakah jua lantunan Syair dan Puisi sudah mampu
menyemburatkan warna jingga di kedalaman Jiwa yang
merana sebab karena di dera Cinta yang tak terkata..??

      ..."Aku merindukanmu kekasih..!!"

       Lagi dan lagi hanya sejumput kalimat
palsu itu yang mengalir lesu dari Bibirku.
Lunglai menertawakan Hasrat yang tak sanggup
untuk menjadi Ucap, yang mulai melebur bersama kelemahan Diri
menjadi butir Airmata di dalam ke-DIRI-an-ku yang mulai sunyi..

       Sunyi....
Segala hasrat ini Tiba-tiba menjadikan aku
seseorang yang merasa paling sunyi
di keramaian dunia ini..!!






 Teruntuk-MU : Gadis Senja-ku

(Playboy)


Wondernet-Bandung

HELP ME..!!!





Apa benar yang kini tengah kulakukan adalah sesuatu HAL yang benar..?
Yang memang benar karena hatiku memang mangatakan Benar..?!
Bukan sesuatu yang tidak benar tapi aku memaksakan untuk menjadi Benar..!
"Kebenaran seperti apa sih, yang  kuinginkan untuk mendekati ke-hakikat-an yang di Benarkan..?
Hemm,,,,, rasanya aku hanya berputar-putar dia ntara dua HAL yang sama samar,,
Di antara salah dan benar yang tak mampu untuk aku bedakan.
Seperti saat aku tak mampu lagi membedakan mana itu butiran debu, dan yang mana itu butiran tepung terigu..!!!

(Playboy)


KAMAR KARYA -Wondernet-Bandung

Senin, 13 September 2010

*-* AKU JATUH CINTA *-*




Aku percaya engkau tau segalanya tentang diriku...
Selembar kata yang ku untai melalui desahan nafas-pun,
Dengan mudah  engkau mengetahui sesungguhnya hatiku..
Bukan sekali ini kau menelanjangi diriku...
Berkali tak terhitung aku tak bisa sembunyi dari tatapanmu...

Pandanganmu lembut tajam menyelidik...
Seperti matahari  menerobos masuk  di tepian jendela kalbu...
Tetapi aku menyukai itu,, bahkan sangat menikmatinya...

Berulang-ulang tatapanmu buatku melambung...
Lupa-kan aku dimana bumi yang ku injak berada..
Jiwaku merah merona....
Kau telah buat aku sangat bahagia..!!

Telah jatuh cinta-kah aku...??
Semudah itu...??
Semudah itu-kah aku mulai mencintaimu...??
Semudah itu-kah...??

hemm...Aku memang benar-benar telah jatuh cinta...!!



YOU: ??


(Playboy)

14- september-2010-
Ruang karya- ( Wondernet - Bandung )




# PENANTIAN #





Aku berdiri di ambang Rindu dengan setangkai Mawar di tangan..
Mengharap hangat datangnya lembayung yang penuh cinta,
Datang menghampiri hatiku yang terlanjur berkabut duka...

Sekali waktu ada yang datang membawa harap..
Namun detik berlalu kembali pergi meninggal KECEWA..
Sudah biasa aku seperti itu..
Sudah biasa pula aku di PERLAKUKAN seperti itu..!!

Yang terdahulu telah pergi...
Yang KINI- PUN MASIH TAK PASTI...
Lantas....Masih pantaskah aku menyulam MIMPI..??

Bisik masa lalu terkadang lebih kuat datang menggoda..
Menghasut keraguan untuk tak lagi coba  merangkai cinta..
Aku KECEWA....Aku sering di buat KECEWA..!!

Mawar di tangan ingin ku buang..
Agar kecewa tak kembali berulang..
Biarlah PENANTIAN tinggal penantian..
Jika memang benar masih ada yang akan datang..!!





DEDICATED TO : ??

(Playboy)

14-09-2010- Ruang karya- wondernet-
  


-- KEPADAMU AYAH --





Apa yang menyambar selain petir yang gemetar,Ayah..??
Dulu aku melempar kerikil ke langit yang berkobar…..
Meminta hujan menyulam tanah retak yang kuinjak

Tapi kini hujan membawa senyum ibu dari kemarau rinduku….
Melenyapkan sekelumit cerita yang bergelora
Sebelum lelap memeluku hangat

Apa yang gemetar selain air mataku yang mengalir,Ayah..??
Setelah kau ajari aku memintal kabut….
Kau pergi menimbun gerimis ke liang muassal….
Meninggalkanku sebelum selesai kusulam bianglala

Apa yang mengalir selain rinduku padamu,Ayah..??
Sementara telah kubuatkan kalung rembulan untuk Ibu
Leangkap dengan kemilau yang kau kirimkan dalam tidurku




DEDICATED TO:Adi Sundaru
Ucu Satria

IMAGE BY:Don Yoga/Doni Asmon

30-juni-2009

<<< DI SEBUAH BILIK ISTIMEWA >>>

Tetes-tetes air hujan di ujung gang seakan mengerti
Jeritan hati dan otak yang tak terwakilkan air mata
Mata nanar memandang kosong dari balik jeruji
Kerinduan yang tak lagi kutau untuk siapa

Detak nadi terasa sangat mendalam
Menghitung mundur irama yang menyayat dalam penantian
Pekatnya malam ….. sunyi….
Gemeletak gigi yang sesekali terdengar diantara nafas raga-raga yang terlelap
Berharap esok segera datang…..ingin pulang!!

Angin dingin menusuk masuk
Menyapa hangat layaknya sahabat…. Sudah biasa
Dalam keremangan cahaya masih termenung
Harus bagaimana..??

Dalam kebebasanku dari pengaruh bunga-bunga dunia
Dalam kegiranganku menari dalam kesadaran akal
Dalam kedamaianku menyapa SANG PENCIPTA
Masih tak kutemukan jawaban,hidup untuk apa?

Aku adalah bagian masa laluku
Aku adalah bagian masa depanku
Andai saja aku masih hidup seribu tahun lagi
Apakah aku masih bisa seperti dulu lagi..??

Meggunakan kebebasanku… mencinta dan dicinta
Berpetualang dalam kelam dan gemerlapnya fana
Menikmati sakit-sakit buah pilihan
Membutakan mata dan menulikan telinga dari kenyataan

Satu demi satu yang kucinta pergi menghilang
Meninggalkan ku dalam keterpurukan
Atau lebih baik aku pulang
Kerumah YA RAAB,ku yang sungguh tenang… tapi layakkah aku..??

Kelelahan berfikir mengajak rebah
Mencoba menatap mata…
Tak lama seorang bidadari berkata;

“Ada cinta diluar sana menuggu
Lebih dari cukup menghapus cemasmu, tak peduli apa sakitmu
Bangkitlah… dan bangkit karena hidupmu tetap harus berlanjut..!!!”




Dedicated to : ODHA/NAPI BANCEUY
By:Don yoga/ Doni Asmon
Jam : 23:44:28 (10-Mei-2009)