Ini kerinduan tak berujung untukmu, Ayah !
Seperti Pelacur tanpa kelamin, aku tanpa-mu,
Seperti raga yang tak ber-Jiwa atas kehilanganmu.
Dalam perenungan tak kuasa menuai tawa,
Perlahan menitik hangat benih Air Mata dari rintihan Sukm.
Mengalir,,
Sunyi lamban menuju tepian ambang tunggu.
Dimanakah engkau Kesatria perkasa ?
Yang selalu menyerta di tiap Bait dongeng Bunda.
Yang telah lekat menjelma pahlawan dalam setiap cerita.
Mengapa Engkau pergi ?
Mematri kesunyian Dunia-ku di tengah gelak tawa teman sebaya.
Tak pernahkah kau memikirkanku ?
Tak inginkah engkau datang padaku ?
Sekedar membiarkanku menggores kening-mu dengan pesan untuk dunia;
"Kaulah kesatriaku..!"
Aku merindukanmu Ayah...!!!
Melebihi kerinduan Ibu, pada ' bintang ' di sisi Rembulan purnama itu.
Aku ingin seperti mereka yang memiliki cerita tentang Kesatria perkasa.
Memanjakan segala pengabulan manja di telapak tangan Papa,
Meng-indah-kan semua kenakalan menjadi bunga tawa di tengah meja keluarga.
Inilah imajinasi kerinduan tiada tepi, Ayah !
Mengirim Rupa-rupa wajah dalam kemiripan wajahmu yang tak jua menjadi pasti,
kejam merampas jelang tidurku tanpa dengan indahnya sebuah cerita.
Di mana kamu, Ayah ?
Aku ingin menemukanmu !
Tentangmu, Anakku (Romeo Rambu Sabani)
(Playboy)
Wondernet-Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar