Senin, 13 September 2010

<<< DI SEBUAH BILIK ISTIMEWA >>>

Tetes-tetes air hujan di ujung gang seakan mengerti
Jeritan hati dan otak yang tak terwakilkan air mata
Mata nanar memandang kosong dari balik jeruji
Kerinduan yang tak lagi kutau untuk siapa

Detak nadi terasa sangat mendalam
Menghitung mundur irama yang menyayat dalam penantian
Pekatnya malam ….. sunyi….
Gemeletak gigi yang sesekali terdengar diantara nafas raga-raga yang terlelap
Berharap esok segera datang…..ingin pulang!!

Angin dingin menusuk masuk
Menyapa hangat layaknya sahabat…. Sudah biasa
Dalam keremangan cahaya masih termenung
Harus bagaimana..??

Dalam kebebasanku dari pengaruh bunga-bunga dunia
Dalam kegiranganku menari dalam kesadaran akal
Dalam kedamaianku menyapa SANG PENCIPTA
Masih tak kutemukan jawaban,hidup untuk apa?

Aku adalah bagian masa laluku
Aku adalah bagian masa depanku
Andai saja aku masih hidup seribu tahun lagi
Apakah aku masih bisa seperti dulu lagi..??

Meggunakan kebebasanku… mencinta dan dicinta
Berpetualang dalam kelam dan gemerlapnya fana
Menikmati sakit-sakit buah pilihan
Membutakan mata dan menulikan telinga dari kenyataan

Satu demi satu yang kucinta pergi menghilang
Meninggalkan ku dalam keterpurukan
Atau lebih baik aku pulang
Kerumah YA RAAB,ku yang sungguh tenang… tapi layakkah aku..??

Kelelahan berfikir mengajak rebah
Mencoba menatap mata…
Tak lama seorang bidadari berkata;

“Ada cinta diluar sana menuggu
Lebih dari cukup menghapus cemasmu, tak peduli apa sakitmu
Bangkitlah… dan bangkit karena hidupmu tetap harus berlanjut..!!!”




Dedicated to : ODHA/NAPI BANCEUY
By:Don yoga/ Doni Asmon
Jam : 23:44:28 (10-Mei-2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar