Rabu, 29 September 2010

## - KERINDUAN TAK BER-UJUNG - ##


Ini kerinduan tak berujung untukmu, Ayah !
Seperti Pelacur tanpa kelamin, aku tanpa-mu,
Seperti raga yang tak ber-Jiwa atas kehilanganmu.

Dalam perenungan tak kuasa menuai tawa,
Perlahan menitik hangat benih Air Mata dari rintihan Sukm.
Mengalir,,
Sunyi lamban menuju tepian ambang tunggu.

Dimanakah engkau Kesatria perkasa ?
Yang selalu menyerta di tiap Bait dongeng Bunda.
Yang telah lekat menjelma pahlawan dalam setiap cerita.

Mengapa Engkau pergi ?
Mematri kesunyian Dunia-ku di tengah gelak tawa teman sebaya.
Tak pernahkah kau memikirkanku ?
Tak inginkah engkau datang padaku ?
Sekedar membiarkanku menggores kening-mu dengan pesan untuk dunia;

 "Kaulah kesatriaku..!"

Aku merindukanmu Ayah...!!!
Melebihi kerinduan Ibu, pada ' bintang ' di sisi Rembulan purnama itu.
Aku ingin seperti mereka yang memiliki cerita tentang Kesatria perkasa.
Memanjakan segala pengabulan manja di telapak tangan Papa,
Meng-indah-kan semua kenakalan menjadi bunga tawa di tengah meja keluarga.

Inilah imajinasi kerinduan tiada tepi, Ayah !
Mengirim Rupa-rupa wajah dalam kemiripan wajahmu yang tak jua menjadi pasti,
kejam merampas jelang  tidurku tanpa dengan indahnya sebuah cerita.

Di mana kamu, Ayah ?
Aku ingin menemukanmu !


Tentangmu, Anakku (Romeo Rambu Sabani)

(Playboy)

Wondernet-Bandung

Selasa, 21 September 2010

*** CUKUPKAH...***




     Sampai kapan menguntai Rindu hanya cukup mengucap;
     ..." Aku menyayangimu",...
     ..."Aku merindukanmu".....
     ..."Aku mencintaimu",....
 Sedangkan semua gejolak yang mendera
batin melebihi apapun yang pernah kujumpai di dunia ini.
     Tak cukup rasanya semua itu meski aku telah dan harus
mengucap berjuta kali sekalipun.
    Tak cukup jua campakan Cemas meski sudah mencoba
mematri janji di lubuk sanubari.
     Apakah setaman bunga sudah cukup mewakilkan rasa Sayang itu..??
Apakah Airmata sudah cukup mengambarkan kerinduanku itu..??
Apakah jua lantunan Syair dan Puisi sudah mampu
menyemburatkan warna jingga di kedalaman Jiwa yang
merana sebab karena di dera Cinta yang tak terkata..??

      ..."Aku merindukanmu kekasih..!!"

       Lagi dan lagi hanya sejumput kalimat
palsu itu yang mengalir lesu dari Bibirku.
Lunglai menertawakan Hasrat yang tak sanggup
untuk menjadi Ucap, yang mulai melebur bersama kelemahan Diri
menjadi butir Airmata di dalam ke-DIRI-an-ku yang mulai sunyi..

       Sunyi....
Segala hasrat ini Tiba-tiba menjadikan aku
seseorang yang merasa paling sunyi
di keramaian dunia ini..!!






 Teruntuk-MU : Gadis Senja-ku

(Playboy)


Wondernet-Bandung

HELP ME..!!!





Apa benar yang kini tengah kulakukan adalah sesuatu HAL yang benar..?
Yang memang benar karena hatiku memang mangatakan Benar..?!
Bukan sesuatu yang tidak benar tapi aku memaksakan untuk menjadi Benar..!
"Kebenaran seperti apa sih, yang  kuinginkan untuk mendekati ke-hakikat-an yang di Benarkan..?
Hemm,,,,, rasanya aku hanya berputar-putar dia ntara dua HAL yang sama samar,,
Di antara salah dan benar yang tak mampu untuk aku bedakan.
Seperti saat aku tak mampu lagi membedakan mana itu butiran debu, dan yang mana itu butiran tepung terigu..!!!

(Playboy)


KAMAR KARYA -Wondernet-Bandung

Senin, 13 September 2010

*-* AKU JATUH CINTA *-*




Aku percaya engkau tau segalanya tentang diriku...
Selembar kata yang ku untai melalui desahan nafas-pun,
Dengan mudah  engkau mengetahui sesungguhnya hatiku..
Bukan sekali ini kau menelanjangi diriku...
Berkali tak terhitung aku tak bisa sembunyi dari tatapanmu...

Pandanganmu lembut tajam menyelidik...
Seperti matahari  menerobos masuk  di tepian jendela kalbu...
Tetapi aku menyukai itu,, bahkan sangat menikmatinya...

Berulang-ulang tatapanmu buatku melambung...
Lupa-kan aku dimana bumi yang ku injak berada..
Jiwaku merah merona....
Kau telah buat aku sangat bahagia..!!

Telah jatuh cinta-kah aku...??
Semudah itu...??
Semudah itu-kah aku mulai mencintaimu...??
Semudah itu-kah...??

hemm...Aku memang benar-benar telah jatuh cinta...!!



YOU: ??


(Playboy)

14- september-2010-
Ruang karya- ( Wondernet - Bandung )




# PENANTIAN #





Aku berdiri di ambang Rindu dengan setangkai Mawar di tangan..
Mengharap hangat datangnya lembayung yang penuh cinta,
Datang menghampiri hatiku yang terlanjur berkabut duka...

Sekali waktu ada yang datang membawa harap..
Namun detik berlalu kembali pergi meninggal KECEWA..
Sudah biasa aku seperti itu..
Sudah biasa pula aku di PERLAKUKAN seperti itu..!!

Yang terdahulu telah pergi...
Yang KINI- PUN MASIH TAK PASTI...
Lantas....Masih pantaskah aku menyulam MIMPI..??

Bisik masa lalu terkadang lebih kuat datang menggoda..
Menghasut keraguan untuk tak lagi coba  merangkai cinta..
Aku KECEWA....Aku sering di buat KECEWA..!!

Mawar di tangan ingin ku buang..
Agar kecewa tak kembali berulang..
Biarlah PENANTIAN tinggal penantian..
Jika memang benar masih ada yang akan datang..!!





DEDICATED TO : ??

(Playboy)

14-09-2010- Ruang karya- wondernet-
  


-- KEPADAMU AYAH --





Apa yang menyambar selain petir yang gemetar,Ayah..??
Dulu aku melempar kerikil ke langit yang berkobar…..
Meminta hujan menyulam tanah retak yang kuinjak

Tapi kini hujan membawa senyum ibu dari kemarau rinduku….
Melenyapkan sekelumit cerita yang bergelora
Sebelum lelap memeluku hangat

Apa yang gemetar selain air mataku yang mengalir,Ayah..??
Setelah kau ajari aku memintal kabut….
Kau pergi menimbun gerimis ke liang muassal….
Meninggalkanku sebelum selesai kusulam bianglala

Apa yang mengalir selain rinduku padamu,Ayah..??
Sementara telah kubuatkan kalung rembulan untuk Ibu
Leangkap dengan kemilau yang kau kirimkan dalam tidurku




DEDICATED TO:Adi Sundaru
Ucu Satria

IMAGE BY:Don Yoga/Doni Asmon

30-juni-2009

<<< DI SEBUAH BILIK ISTIMEWA >>>

Tetes-tetes air hujan di ujung gang seakan mengerti
Jeritan hati dan otak yang tak terwakilkan air mata
Mata nanar memandang kosong dari balik jeruji
Kerinduan yang tak lagi kutau untuk siapa

Detak nadi terasa sangat mendalam
Menghitung mundur irama yang menyayat dalam penantian
Pekatnya malam ….. sunyi….
Gemeletak gigi yang sesekali terdengar diantara nafas raga-raga yang terlelap
Berharap esok segera datang…..ingin pulang!!

Angin dingin menusuk masuk
Menyapa hangat layaknya sahabat…. Sudah biasa
Dalam keremangan cahaya masih termenung
Harus bagaimana..??

Dalam kebebasanku dari pengaruh bunga-bunga dunia
Dalam kegiranganku menari dalam kesadaran akal
Dalam kedamaianku menyapa SANG PENCIPTA
Masih tak kutemukan jawaban,hidup untuk apa?

Aku adalah bagian masa laluku
Aku adalah bagian masa depanku
Andai saja aku masih hidup seribu tahun lagi
Apakah aku masih bisa seperti dulu lagi..??

Meggunakan kebebasanku… mencinta dan dicinta
Berpetualang dalam kelam dan gemerlapnya fana
Menikmati sakit-sakit buah pilihan
Membutakan mata dan menulikan telinga dari kenyataan

Satu demi satu yang kucinta pergi menghilang
Meninggalkan ku dalam keterpurukan
Atau lebih baik aku pulang
Kerumah YA RAAB,ku yang sungguh tenang… tapi layakkah aku..??

Kelelahan berfikir mengajak rebah
Mencoba menatap mata…
Tak lama seorang bidadari berkata;

“Ada cinta diluar sana menuggu
Lebih dari cukup menghapus cemasmu, tak peduli apa sakitmu
Bangkitlah… dan bangkit karena hidupmu tetap harus berlanjut..!!!”




Dedicated to : ODHA/NAPI BANCEUY
By:Don yoga/ Doni Asmon
Jam : 23:44:28 (10-Mei-2009)